TI Politala Matdis 1A
OPERATOR LOGIKA
- PROPOSISI, OPERATOR, TABEL KEBENARAN DAN KALIMAT MAJEMUK
a)
Pengertian
Proposisi
(Kasyfi Ivanedra) Proposisi merupakan suatu statement atau
pernyataan pada matematika dimana statement tersebut digunakan sebagai kalimat
dalam penalaran yang memiliki nilai Benar (True) atau bernilai Salah (False).
Statement pada proposisi yang ada pada matematika biasanya 8 mengandung simbol
p, q, dan r. Simbol-simbol itu merupakan simbol umum untuk identitas kalimat
pada proposisi. Kalimat proposisi itu sendiri tersusun dari kalimat biasa yang
jika dibuktikan kebenarannya akan menghasilkan nilai benar atau salah. Biasanya
nilai benar disimbolkan dengan T dan nilai salah disimbolkan dengan F.
Proposisi ada pada sebuah atau lebih kalimat yang dapat dibuktikan nilai
kebenarannya. Contoh kalimat proposisi adalah sebagai berikut:
a. Sebulan memiliki 30 hari
b. 3 + 3 = 6
c. Kuala Lumpur adalah Ibu Kota Malaysia
d. Ulat adalah hewan mamalia
Dari contoh di atas, dapat
kita ketahui dimana kalimat a, b, dan c adalah pernyataan yang benar. Sedangkan
kalimat d adalah salah. Itulah yang merupakan proposisi, dapat diketahui nilai
kebenarannya.
b)
Negasi
(Kasfy ivanedra) Operasi negasi
(negation) atau penyangkalan, atau ingkaran adalah operasi yang dikenakan hanya
pada sebuah pernyataan. Operasi negasi dilambangkan dengan tanda “ ”
atau “ – “ yang disebut tilde atau curl. Untuk selanjutnya akan dipakai simbol
. Seandainya p sebuah pernyatan
tunggal, maka “ p” dibaca negasi p atau tidak p, atau bukan p, adalah
pernyataan majemuk. Mungkin ada yang merasa agak janggal bahwa negasi merupakan
suatu operasi logika matemtika, sehingga suatu pernyataan bernegasi atau
penyangkalan dari suatu pernyataan merupakan suatu pernyataan majemuk. Namun
jelaslah bahwa dalam pernyataan-pernyataan negasi itu pertama-tama terdapat
suatu pernyataan atau proposisi yang bersifat tunggal,
misalnya : Macan adalah binatang buas
Untuk menjadikan suatu pernyataan negasi, diperlukan pernyataan lain, yang
menyatakan bahwa proposisi yang pertama tadi tidak benar, misalnya : Itu tidak
benar
a. Konjungsi (^)
Dua
pernyataan p dan q dapat digabungkan menjadi satu pernyataan majemuk
menggunakan konjungsi menjadi p^q (dibaca “p dan q).
Tabel kebenaran:
Tabel kebenaran:
p
|
q
|
p^q
|
B
|
B
|
B
|
B
|
S
|
S
|
S
|
B
|
S
|
S
|
S
|
S
|
b. Disjungsi (V)
Dua
pernyataan p dan q dapat di gabungkan menjadi satu pernyataan majemuk
menggunakan disjungsi menjadi menjadi p v q (dibaca “p atau q”)
P
|
q
|
p v q
|
B
|
B
|
B
|
B
|
S
|
B
|
S
|
B
|
B
|
S
|
S
|
S
|
c. Implikasi (à)
Dua pernyataan p dan q dapat digabungkan menjadi
pernyataan majemuk menggunakan disjungsi menjadi p => q (dibaca “jika p maka
q”)
Tabel kebenaran:
P
|
q
|
p
à
q
|
B
|
B
|
B
|
B
|
S
|
S
|
S
|
B
|
B
|
S
|
S
|
B
|
bentuk-bentuk
pernyataan majemuk :
a. q=>
p disebut konvers
b. ~p=>
~q disebut invers
c. ~q=>
~p disebut kontraposisi
=> q
~q=> ~p disebut implikasi dengan ekuivalen
dan kontraposisinya.
d. Biimplikasi (ó)
Dua
peryataan p dan q dapat digabungkan menjadi satu pernyataan majemuk menggunakan
biimplikasi pó
q .
Tabel
kebenaran:
P
|
q
|
p
ó
q
|
B
|
B
|
B
|
B
|
S
|
S
|
S
|
B
|
S
|
S
|
S
|
B
|
Contoh soal:
p : Saya memakai mantel
q
: saya merasa dingin
maka, p => q
= “Saya memakai mantel jika dan hanya jika saya merasa dingin”.
Pengertian
kita adalah “Jika saya memakai mantel maka saya merasa dingin” dan juga “Jika
saya merasa dingin maka saya memakai mantel”. Terlihat bahwa jika saya memakai
mantel merupakan syarat perlu dan cukup bagi saya merasa dingin, dan saya
merasa dingin merupakan syarat perlu dan cukup bagi saya memakai mantel.
Terlihat bahwa kedua peristiwa itu terjadi serentak.
Contoh
Soal :
Jika,
p : Abdi anak pandai, dan
q :
Abdi anak cekatan.
maka p ∧ q : Abdi anak
pandai dan cekatan
Pernyataan p ∧ q bernilai benar
jika Abdi benar-benar anak pandai dan benar-benar anak cekatan.
Apabila
p ∧ q jika di negasikan
menjadi ~p ∨ ~q
Maka
~p ∨ ~q : Abdi bukan anak
pandai atau bukan cekatan
- TAUTOLOGI, KONTRADIKSI, DAN KONTINGENSI
1)
Pengertian
Tautologi
Adalah proposisi majemuk
yang selalu bernilai benar untuk semua kemungkinan nilai kebenaran dari
pernyataan-pernyataan kompenennya. Sebuah tautologi yang membuat pernyataan
Implikasi disebut Implikasi Logis.
Contoh:
Perhatikan argument berikut:
“Jika Tono pergi kuliah, maka Dani juga
akan pergi kuliah. Jika Cika tidur, maka Dani pergi kuliah. Dengan demikian,
jika Tono pergi kuliah atau Cika tidur, maka Dani pergi kuliah.”
Maka sekarang dapat ditulis : ((A à
B) ^ (C à
B)) à
(A V C) à
B.
A
|
B
|
C
|
A à
B
|
C à
B
|
((AàB)
^ (CàB)
|
A v C
|
(Av C)àB
|
SOAL
|
B
|
B
|
B
|
B
|
B
|
B
|
B
|
B
|
B
|
B
|
B
|
S
|
B
|
B
|
B
|
B
|
B
|
B
|
B
|
S
|
B
|
S
|
S
|
S
|
B
|
S
|
B
|
B
|
S
|
S
|
S
|
B
|
S
|
B
|
S
|
B
|
S
|
B
|
B
|
B
|
B
|
B
|
B
|
B
|
B
|
S
|
B
|
S
|
B
|
B
|
B
|
S
|
B
|
B
|
S
|
S
|
B
|
B
|
S
|
S
|
B
|
S
|
B
|
S
|
S
|
S
|
B
|
B
|
B
|
S
|
B
|
B
|
Dari table kebenaran di atas
menunjukan bahwa peryataan ((A à B) ^ (C à B)) à
(A V C) à
B adalah semua benar (Tautologi)
2)
Pengertian
Kontradiksi
Kontradiksi adalah proposisi majemuk yang selalu
bernilai salah untuk semua kemungkinan kombinasi nilai kebenaran dari
proposisi-proposisi nilai pembentukan.
Contoh dari kontradiksi:
P ^ (~ p ^ q )
P
|
Q
|
~p
|
(~p^q))
|
P^(~p^q)
|
B
|
B
|
S
|
S
|
S
|
B
|
S
|
S
|
S
|
S
|
S
|
B
|
B
|
B
|
S
|
S
|
S
|
B
|
S
|
S
|
Ini adalah table kebenaran yang
menunjukan kontradiksi dengan alasan. Yaitu semua pernyataan bernilai salah.
3)
Pengertian
Kontingensi
Kontingensi
adalah suatu ekspresi ligika yang mempunyai nilai benar dan salah di dalam
table kebenarannya, tanpa memperdulikan nilai kebenarannya dari
proposisi-proposisi yang berada di dalamnya. Ini termasuk bentuk campuran dari
nilai benar (B) dan salah (S).
Contoh
dari kontingensi:
P
v Q à
R
P
|
Q
|
R
|
P v Q
|
(P v Q) à
R
|
B
|
B
|
B
|
B
|
B
|
B
|
B
|
S
|
B
|
S
|
B
|
S
|
B
|
B
|
B
|
B
|
S
|
S
|
B
|
S
|
S
|
B
|
B
|
B
|
B
|
S
|
B
|
S
|
B
|
S
|
S
|
S
|
B
|
B
|
B
|
S
|
S
|
S
|
S
|
B
|
Ini adalah table kebenaran yang
menunjukan kontingensi dengan alasan. Yaitu semua pernyataan bernilai benar dam salah.
- EKUVALENSI
1)
Pengertian
Ekuialensi
Dua
pernyataan tersebut dikatakan ekuivalensi jika untuk semua kemungkinan nilai
kebenaran komponen-komponen mempunyai nilai yang sama.
Tabel Kebenaran:
B
|
B
|
S
|
B
|
B
|
B
|
B
|
S
|
B
|
B
|
B
|
S
|
S
|
S
|
S
|
S
|
B
|
B
|
B
|
B
|
S
|
S
|
B
|
B
|
B
|
Ini
adalah table kebenaran yang menunjukan ekuivalensi dengan alasan. yaitu semua
pernyataan bernilai sama.
2)
Bentuk Logika Ekuivalensi
a.
Hukum Komutatif
a)
p ^ q ≡ q ^ p
b)
p v q ≡ q v p
b.
Hukum Asosiatif
a)
( p ^ q) ^ r ≡ p ^ (q ^ r)
b)
( p v q) v r ≡ p v (q v r)
c.
Hukum Distributif
a)
p ^
(q v r) ≡ (p ^ q) v (p ^ r)
b)
p v
(q ^ r) ≡ (p v q) v (p v r)
d.
Hukum de Morgan
a)
~ (p ^ q) ≡ ~p v ~q
b)
~ (p v q) ≡ ~p ^ ~q
c)
~ (p à q) ≡ ~p ^ ~q
d) p
à
q ≡ ~p v ~q
DAFTAR
PUSTAKA
Wahyuhartati. (2016, Agustus). logika matematika,tautologi,
kontradiksi dan kontingensi. Retrieved from tautologi, kontradiksi dan
kontingensi:
https://www.google.com/amp/s/wahyuyucha.wordpress.com/2016/08/30/logika-matematika-tautologi-kontradiksi-kontingensi/amp/#ampshare


Tidak ada komentar:
Posting Komentar