Full width home advertisement

Post Page Advertisement [Top]

Sistem Pengambilan Keputusan

1.     Pengertian Dan Fungsi Sistem Pendukung Keputusan (SPK)
Pengertian Dan Fungsi Sistem Pendukung Keputusan (SPK) – Sebelum anda mengetahui Pengertian Dan Fungsi Sistem Pendukung Keputusan (SPK) alangkah baiknya jika anda mengetahui Karakteristik Sistem Pendukung Keputusan (SPK) terlebih dahulu :

a.     Karakteristik Sistem Pendukung Keputusan (SPK)
Sistem Pendukung Keputusan (SPK) memiliki 6 karakteristik antara lain sebagai berikut :
1)        Mendukung proses pengambilan keputusan yang menitik beratkan pada manajemen dengan persepsi.
2)        Adanya interface manusia atau mesin dimana manusia sebagai user tetap memegang kontrol proses pengambilan keputusan.
3)        Mendukung pengambilan keputusan untuk membahas masalah terstruktur, semi terstruktur dan tidak terstruktur.
4)        Memiliki kapasistas dialog untuk memperoleh informasi sesuai dengan kebutuhan.
5)        Memiliki subsistem-subsistem yang terintegrasi sedemikian rupa sehingga dapat berfungsi sebagai kesatuan sistem.
6)        Membutuhkan struktur data komprehensif yang dapat melayani kebutuhan informasi seluruh tahap manajemen.
b.    Pengertian Sistem Pendukung Keputusan (SPK)
Sistem Pendukung Keputusan (SPK) adalah bagian dari sistem informasi berbasis komputer termasuk sistem berbasis pengetahuan atau manajemen pengetahuan yang dipakai untuk mendukung pengambilan keputusan dalam suatu organisasi atau perusahaan. Dapat juga dikatakan sebagai sistem komputer yang mengoalah data menjadi informasi untuk mengambil keputusan dari masalah semi terstruktur yang spesifik. Sistem Pendukung Keputusan (SPK) dapat digambarkan sebagai sistem yang berkemampuan mendukung analisis adhoc data, pemodelan keputusan, berorientasi keputusan, orientasi perencanaan masa depan yang digunakan pada saat-saat yang tidak biasa. Sistem Pendukung Keputusan (SPK) juga merupakan penggabungan sumber-sumber kecerdasan individu dengan kemampuan komponen untuk memperbaiki kualitas keputusan dan menjadi sistem informasi berbasis komputer untuk manajemen pengambilan keputusan yang menangani masalah-masalah semi struktur.
Dengan pengertian diatas, dapat diambil suatu kesimpulan bahwa Sistem Pendukung Keputusan (SPK) bukan merupakan alat pengambilan keputusan, melainkan merupakan sistem yang membantu pengambil keputusan untuk melengkapi informasi dari data yang telah diolah secara relevan dan diperlukan untuk membuat keputusan tentang suatu masalah dengan lebih cepat dan akurat. Sehingga sistem ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan pengambilan keputusan



c. Fungsi Sistem Pendukung Keputusan (SPK)
Secara global dapat dikatakan bahwa fungsi dari Sistem Pendukung Keputusan (SPK) adalah untuk meningkatkan kemampuan para pengambil keputusan dengan memberikan alternatif-alternatif keputusan yang lebih banyak atau lebih baik, sehingga dapat membantu untuk merumuskan masalah dan keadaan yang dihadapi. Dengan demikian Sistem Pendukung Keputusan (SPK) dapat menghemat waktu, tenaga dan biaya. Jadi dapatlah dikatakan secara singkat bahwa tujuan Sistem Penunjang Keputusan adalah untuk meningkatkan efektivitas (do the right things) dan efesiensi (do the things right) dalam pengambilan keputusan. Walaupun demikian penekanan dari suatu Sistem Penunjang Keputusan (SPK) adalah pada peningkatan efektivitas dari pengambilan keputusan dari pada efisiensinya.
  2.   Jenis-jenis Sistem Pendukung Keputusan menurut tingkat kerumitan dan tingkat dukungan pemecahan masalahnya adalah sebagai berikut:
  1. Mengambil elemen-elemen informasi
  2. Menganalisa seluruh file
  3. Menyiapkan laporan dari berbagai file
  4. Memperkirakan akibat dari keputusan
  5. Mengusulkan keputusan
  6. Membuat keputusan
Walaupun suatu SPK, mungkin saja tidak mampu memecahkan masalah yang dihadapai oleh pengambil keputusan, namun SPK dapat dapat menjadi stimulan bagi pengambil keputusan dalam memahami persoalannya, karena mampu menyajikan berbagai alternatif pemecahan.

3. Fungsi Sistem Pendukung Keputusan (SPK)

Secara global dapat dikatakan bahwa fungsi dari Sistem Pendukung Keputusan (SPK) adalah untuk meningkatkan kemampuan para pengambil keputusan dengan memberikan alternatif-alternatif keputusan yang lebih banyak atau lebih baik, sehingga dapat membantu untuk merumuskan masalah dan keadaan yang dihadapi. Dengan demikian Sistem Pendukung Keputusan (SPK) dapat menghemat waktu, tenaga dan biaya. Jadi dapatlah dikatakan secara singkat bahwa tujuan Sistem Penunjang Keputusan adalah untuk meningkatkan efektivitas (do the right things) dan efesiensi (do the things right) dalam pengambilan keputusan. Walaupun demikian penekanan dari suatu Sistem Penunjang Keputusan (SPK) adalah pada peningkatan efektivitas dari pengambilan keputusan dari pada efisiensinya.




4.     SISTEM PENUNJANG KEPUTUSAN (SPK) PEMILIHAN SEPEDA MOTOR MENGGUNAKAN METODE AHP
Metode yang digunakan dalam penelitian SPK pemilihan sepeda motor menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP) karena masalah yang kompleks bisa dengan mudah disederhanakan sehingga mempercepat proses pengambilan keputusan dengan cara penyusunan hirarki, memberikan nilai perbandingan setiap kriteria untuk menetapkan nilai kriteria. Sistem pendukung keputusan pemilihan sepeda motor dirancang dengan menggunakan metode AHP mampu digunakan untuk semua proses pemilihan sedangkan penentuan kriteria bisa di rubah sesuai dengan kepentingan konsumen.Saat  ini  penjualan  sepeda  motor  terus  meningkat dari  waktu  ke  waktu,  semua  itu  terdorong  karena mudahnya mendapatkan kredit sepeda motor. Sekarang ini  banyak  sekali  pabrikan  sepeda  motor  yang mengeluarkan  produk  dengan  varian  yang  bermacammacam  sehingga  kadang  membuat  pengguna  menjadi kesulitan  dalam  menentukan  pilihan  yang  sesuai dengan kebutuhannya. Hal itu menyebabkan konsumen harus lebih selektif dalam menentukan pilihan mereka. Sehubungan  dengan  hal  diatas,  maka  dirancanglah sebuah sistem pendukung keputusan pemilihan sepeda motor agar pengguna dapat menentukan pilihan sepeda motor  dengan  tepat  sesuai  dengan  kebutuhan  dan kemampuannya.  Aplikasi  yang  dirancang  ini menggunakan metode AHP.

5.   Sistem Pendukung Keputusan (SPK)

Sistem Pendukung Keputusan (SPK) merupakan sebuah sistem yang mampu memberikan kemampuan pemecahan masalah maupun kemampuan pengkomunikasian untuk masalah dalam kondisi semi terstruktur dan tidak terstruktur, dimana tak seorangpun tahu secara pasti bagaimana seharusnya dibuat. Dimana sistem yang dimaksud di atas adalah kumpulan dari objek seperti : orang, resource, konsep atau prosedur yang ditujukan untuk memenuhi suatu tujuan. Dalam sistem terdiri dari : Input-Proses-Output. Input adalah semua elemen yang masuk ke sistem, proses adalah tranformasi elemen-elemen dari input menjadi output  dan output adalah produk jadi atau hasil dari suatu proses. Selain itu dalam sistem juga terdapat yang namanya Feedback, Environment dan Boundary. Apa saja pengertiannya akan dijelaskan secara singkat berikut ini :
1.         Feedback, aliran informasi ke pengambil keputusan yang memperhitungkan output.  Contoh : kinerja sebuah sistem.
  1. Environment, elemen yang diluar input, proses dan output.  Contoh : politik, hukum, ekonomi dan aspek fisik.
  2. Boundary, pemisah sistem dan environment. Contoh : batasan waktu, batasan tempat.
 Untuk lebih jelasnya bisa dilihat dari gambar di bawah ini bagaimana  sistem dan lingkungannya.
proses SPKsistem-SPK
Kemampuan pemodelan merupakan karakteristik utama dari DSS
Ada 3  jenis dari model, yaitu :
A.        Iconic (scale), replika fisik dari sistem, biasanya dalam skala  tertentu dari bentuk aslinya.  Contoh : GUI pada OOPL adalah contoh dari model ini.
iconic
  1. Analog, lebih abstrak dari model iconic dan merupakan representasi simbolis dari kenyataan. Contoh : Bagan organisasi, peta, bagan pasar modal, speedometer.
analog
  1. Matematis (kuantitatif), kompleksitas hubungan dalam sistem organisasi tidak dapat direpresentasikan dengan iconic dan analog, karena kalau pun bisa akan memakan waktu lama dan sulit. Analisis DSS menggunakan perhitungan numerik yang dibantu dengan model matematis atau model kuantitatif lainnya.
matematis
Beberapa alasan utama mengapa MSS menggunakan model :
1.       Biaya analisis  model lebih murah daripada percobaan yang dilakukan pada sistem yang sesungguhnya.
2.       Menyingkat waktu. Operasi bertahun-tahun dapat disimulasikan dalam hitungan menit di komputer.
3.       Manipulasi model (perubahan) lebih mudah dilakukan daripada bila diterapkan pada sistem nyata.
4.       Akibat yang ditimbulkan  dari adanya kesalahan-kesalahan sewaktu proses trial-and-error lebih kecil daripada penggunaan model langsung di sistem nyata.
5.       Bisa menghitung resiko yang ada pada proses-proses tertentu.
proses SPK
6.       Model dapat dianalisis untuk kemungkinan solusi yang banyak sekali.
7.       Model meningkatkan proses pembelajaran dan meningkatkan pelatihan.
  A.      Proses Pengambilan Keputusan

Hasil gambar untuk Proses Pengambilan Keputusan
Dari gambar bagan diatas dapat dijelaskan seperti ini:
  • Intellegence Phase
    • Proses yang terjadi pada fase ini adalah :
      • Menemukan masalah.
      • Klasifikasi masalah.
      • Penguraian masalah.
      • Kepemilikan masalah.
  • Design Phase
    • Tahap ini meliputi pembuatan, pengembangan dan analisis hal-hal yang mungkin untuk dilakukan
      • Komponen-komponen model
      • Struktur model
      • Seleksi prinsio-prinsip pemilihan (kriteria evaluasi)
      • Pengembangan alternatif.
      • Prediksi hasil.
      • Pengukuran hasil.
      • Skenario
  • The Choice Phase
    • Pendekatan pencarian ada 2 pilihan :
      • Teknis analitis. menggunakan perumusan matematis.
      • Algoritma. Langkah demi langkah proses.
B.    Contoh masalah Sistem Pengambilan Keputusan
Masalah : Sebelum membuat sebuah pakaian jadi, seorang penjahit akan membuat rancangan bahan menggunakan pola kecil berdasarkan model baju berdasarkan pola yang sudah diubah sesuai dengan model yang diinginkan. Pola kecil ini merupakan pola sesungguhnya yang dibuat dalam skala kecil. Proses ini membantu dalam meletakkan pola pada proses pemotongan yang sebenarnya.
  • Input
    • Ukuran pakaian sesungguhnya yang diperkecil menjadi skala 1: 4
    • Ukuran kain yang akan digunakan
    • Bahan-bahan pelengkap yang akan digunakan
    • Harga bahan-bahan
  • Proses
    • Menggambar pola skala 1:4
    • Meletakkan pola seperti saat pemotongan diatas kertas yang dianggap kain sesungguhnya.
    • Menghitung harga berdasarkan bahan yang terpakai dari penempelan pola pakaian skala 1:4
  • Output
    • Banyak kain yang diperlukan
    • Banyaknya bahan-bahan tambahan pelengkap pakaian
    • Jumlah total biaya dari perhitungan harga dari banyaknya bahan yang terpakai.
  • Feedback
    • Bila akan menambahkan modifikasi pada pola pakaian akan lebih mudah karena masih dalam pola kecil atau rancang bahan. Apabila masih ada kesalahan bisa segera di betulkan sehingga saat membuat model aslinya tidak akan terjadi kesalahan.
  • Environment
    • Secara ekonomi merancang bahan pakaian akan menghemat biaya karena kita bisa menentukan kebutuhan lebih akurat daripada hanya mengira-ngira.

REFERENCE

 

5.Mengenal Sistem Pendukung Keputusan

Sistem Pendukung Keputusan merupakan suatu sistem yang digunakan untuk mempermudah Decision Maker (si pengambil keputusan) dalam menentukan sebuah keputusan memilih berbagai alternatif keputusan yang diperoleh dari pengolahan informasi yang tersedia. Sistem Pendukung Keputusan dibuat dengan menggunakan metode algoritma pendukung keputusan. Dalam membuat suatu Sistem Pendukung Keputusan kita harus bisa mencapai tujuan dari Sistem Pendukung Keputusan. Tiga tujuan yang harus dicapai oleh sistem pendukung keputusan, yaitu:
1.       Sistem harus dapat membantu manajer dalam membuat keputusan guna memecahkan masalah semi terstruktur atau tidak terstruktur.
2.       Sistem harus dapat mendukung manajer, bukan mencoba menggantikannya.
3.       Sistem harus dapat meningkatkan efektivitas pengambilan keputusan manajer.
Sistem Pendukung Keputusan ini memiliki beberapa manfaat, selain mempermudah decision maker (si pengambil keputusan) dalam mengambil keputusan. Berikut ini beberapa manfaat dari Sistem Pendukung Keputusan adalah sebagai berikut :
1.       Sistem Pendukung Keputusan dapat memperluas ruang lingkup kemampuan si pengambil keputusan dalam memproses data atau informasi bagi pemakainya.
2.       Sistem Pendukung Keputusan dapat membantu si pengambil keputusan dalam memecahkan suatu permasalahan terutama berbagai masalah yang sangat kompleks dan tidak terstruktur.
3.       Sistem Pendukung Keputusan menghasilkan solusi dengan lebih cepat serta hasilnya dapat diandalkan.
Seperti yang dijelaskan diatas, untuk membuat Sistem Pendukung Keputusan kita meggunakan metode algoritma pendukung keputusan. Adapun macam-macam metode algoritma yang digunakan dalam Sistem Pendukung Keputusan adalah sebagai berikut :
1.  Metode Sistem pakar
2.  Metode Regresi linier
3.  Metode B/C Ratio
4.  Metode AHP
5.  Metode IRR
6.  Metode NPV
7.  Metode FMADM
8.  Metode SAW

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sistem Pengambilan Keputusan

Sistem Pengambilan Keputusan 1.      Pengertian Dan Fungsi Sistem Pendukung Keputusan (SPK) Pengertian Dan Fungsi Sistem Penduk...

Bottom Ad [Post Page]