Full width home advertisement

Post Page Advertisement [Top]


TI Politala 1A MAtdis
Nama : Brilian Luhur Pambudi
NIM   : 1801301008
Kelas : 1A



RELASI   

 Assalamuallaikum wr.wb
                Diblog ini saya akan membahas tentang Relasi dan sifat-sifatnya semoga bermanfaat bagi anda.

A. Pengertian Relasi    

 Menyatakan hubungan antara suatu anggota himpunan dengan anggota himpunan lainnya. Himpunan A dan himpunan B dikatakan memiliki relasi jika ada anggota himpunan yang saling berpasangan. Relasi antara dua himpunan dapat dinyatakan dengan tiga cara yaitu dengan diagram panah, himpunan pasangan berurutan, dan diagram Cartesius.
contoh:
Misal E  = {2, 4, 6} dan F = {2, 4, 6, 8 }.
E × F menjadi :
E × F = {(2, 2), (2, 4), (2, 6), (2, 8), (4, 2), (4, 4), (4, 6), (4, 8), (6, 2), (6, 4), (6, 6), (6, 8)}
Jika menggunakan aturan relasi/ hubungan diatas, relasi R dari E  ke F  yang  mengikuti aturan tadi menjadi,
R = {(2, 2), (2, 4), (2, 6), (2, 8)}
Hubungan/Relasi bisa juga  terjadi hanya pada satu atau sebuah himpunan, yaitu hubungan  pada E, di himpunan E, yang merupakan himpunan E × E.

B. MACAM-MACAM RELASI dan SIFAT-SIFAT RELASI
     1.  RELASI BINER
adalah hubungan antara dua elemen himpunan. Hubungan ini bersifat abstrak, dan tidak perlu memiliki arti apapun baik secara konkret maupun secara matematis.
       Sifat-sifat relasi Biner :
          a.  Reflektif
               Suatu relasi bersifat reflektif , jika setiap x є A, maka (A,A) є R
           Contoh :
           B = {1,2,3} dan R = {(x,y)│x,y є B, xy > 0}
           Apakah R reflektif atau tidak ?
           Peny :
           B x B = {(1,1),(1,2),(1,3),(2,1),(2,2),(2,3),(3,1),(3,3) dari hasil kali Cartesian kita
                         memperoleh R = {(1,1),(2,2),(3,3)}.
           Karena semua hasil xy > 0 dan x є B, maka R adalah relasi yang reflektif.

          b. Simetris
              Suatu relasi bersifat simetrik, jika untuk setiap x,y є A dengan xRy dan yRx
          Contoh :
          M = {-2,-1,0,1,2} dan R = {(x,y) │x,y є M,  xy > 0}
          Apakah R simetris atau tidak ?
          Peny :
          M x M = {(-2,-2), (-2,-1), (-2,0), (-2,1), (-2,2), (-1,-2),(-1,-1),(-1,0),(-1,1),(-1,2)
                          (0,-2), (0,-1), (0,0), (0,1), (0,2), (1,-2), (1,-1), (1,0), (1,1), (1,2),(2,-2)
                          (2,-1), (2,0), (2,1), (2,2)}, dari hasil kali Cartesian kita memperoleh
                          R = {(-2,-2), (-2,-1), (-1,-2), (-1,-1), (1,1), (1,2), (2,2)}
           Dari sini jelas terlihat bahwa untuk setiap (x,y) є R berlaku (y,x) є R dengan x,y є M.
           Jadi R adalah sebuah relasi yang simetris.

        c. Antisimetris
            Suatu Relasi bersifat antisimetris, jika untuk setiap x,y є A dengan xRy dan yRx maka x =
         y.
        Contoh :
        A  = {-2,-1,0,1,2} dan R = {(x,y) │x,y є A,  y = │x }
        Apakah R antisimetris atau tidak ?
        Peny :
        M x M = {(-2,-2), (-2,-1), (-2,0), (-2,1), (-2,2), (-1,-2),(-1,-1),(-1,0),(-1,1),(-1,2)
                          (0,-2), (0,-1), (0,0), (0,1), (0,2), (1,-2), (1,-1), (1,0), (1,1), (1,2),(2,-2)
                          (2,-1), (2,0), (2,1), (2,2)},  dari hasil kali Cartesian kita memperoleh
                           R = {(-2,2),(-1,1),(1,1),(0,0),(2,2)}
        Dari sini jelas terlihat bahwa untuk setiap (x,y) є R berlaku (y,x) є R dengan x,y є A. Jadi
        R adalah sebuah relasi yang antisimetris.
 
       d. Transitif

           Suatu Relasi bersifat transitif, jika setiap x,y,z є A dengan xRy, yRz, dan xRz
        Contoh :
        A = {-1,0,1} dan R = {(x,y) │x,y є A, x ≥ y}
        Apakah R transitif atau tidak
        Peny :
        A x A = {(-1,-1), (-1,0), (-1,1), (0,-1), (0,0), (0,1), (1,-1), (1,0), (1,1)} dari hasil kali
        Cartesian kita memperoleh,
        R = {(-1,-1), (-1,0), (-1,1), (0,0), (0,1), (1,1)}
        Dari sini jelas terlihat bahwa untuk setiap (x,y,z є A) dengan xRy dan yRz, berlaku xRz.




     2. RELASI EKIVALEN
         Adalah relasi yang memenuhi 3sifat relasi yaitu reflektif, simetris dan transitif.
      Contoh :
      B = {a,b,c,d} dan R = {(a,a),(a,b),(b,a),(b,b),(c,c),(c,d),(d,c),(d,d)}
      Apakah R ekivalen atau tidak ?
      Peny :
              a.        Reflektif    : {(a,a),(b,b),(c,c),(d,d)}, ya reflektif karena x є B berlaku (x,x) є R
              b.       Simetris     :  Karena untuk setiap x,y є B dengan xRy berlaku yRx, maka R simetris.
                                      Contoh : {(a,b),(b,a)}
              c.      Transitif    : {(a,b),(b,a),(a,a)}, karena x,y,z є B dengan xRy dan yRz berlaku xRz,
              Maka R adalah relasi yang transitif.
              Karena tiga sifat diatas yaitu reflektif, simetrik dan transitif dipenuhi maka kita dapat
              simpulkan bahwa R adalah relasi ekivalen.


     3. RELASI TOLAK PARSIAL (POSET)
         Relasi R pada himpunan S dikatakan relasi pengurutan parsial jika ia refleksif, tolak
     setangkup, dan menghantar. Himpunan S bersama-sama dengan relasi R  disebut himpunan 
     terurut sacara parsial, dan dilambangkan dengan (S, R).
     Contoh 1:
     Relasi  pada himpunan bilangan bulat adalah relasi pengurutan parsial.
     Penyelesaian:
     Relasi refleksif             : karena a  a untuk setiap bilangan bulat a
     Relasi  tolak-setangkup : karena jika a  b dan b  , maka a = b.
    Relasi  menghantar         : karena jika a  b dan b c maka a  c.
    Contoh 2:
    A = himpunan siawa SMP
    R = relasi pada A
    (a, b)  R jika a sekelas dengan b. Tentukan (A, R)
    Penyelesaian:
    R refleksif                        : setiap siswa SMP sekelas dengan dirinya sendiri
    R tolak setangkup            : jika a sekelas dengan b, maka b pasti sekelas dengan a.
    R menghantar                   : jika a sekelas dengan b dan b sekelas dengan c, maka
    pastilah a sekelas dengan c.
     Catatan : Secara intuitif, di dalam relasi pengurutan parsial, dua buah benda saling
                       berhubungan jika salah satunya lebih kecil (lebih besar) atau lebih rendah (lebih
                       tinggi)  daripada lainnya.




    4. REPRESENTASI
        a. Representasi Notasi : R (A x B)
            Jika (a, b) R , maka kita dapat gunakan notasi a R b yang artinya a dihubungkan dengan b         oleh R. Namun jika (a, b) R, maka kita dapat gunakan notasi a R b yang artinya a tidak 
        dihubungkan dengan b oleh relasi R.
         Misalkan P = {2,4,6} dan Q = {2,4,8,10,12,13}.
         Jika kita definisikan relasi R dari P ke Q dengan :
         (p,q) R jika p habis membagi q.
        maka kita peroleh
        R = {(2,2),(2,4),(2,8),(2,10),(2,12),(4,4),(4,8),(4,12),(6,12)}


        b. Representasi Table

             Relasi dapat direpresentasikan menggunakan tabel. Kolom pertama untuk menyatakan 
         daerah asal, sedangkan kolom kedua untuk menyatakan daerah hasil.
         Misalkan P = {2,4,6} dan Q = {2,4,8,10,12,13}.
         Jika kita definisikan relasi R dari P ke Q dengan :
         (p,q) R jika p habis membagi q.
         maka kita peroleh
         R = {(2,2),(2,4),(2,8),(2,10),(2,12),(4,4),(4,8),(4,12),(6,12)}



 

       c. Representasi  Matriks
           Misalkan R adalah relasi dari A = {a1, a2, …, an} dan B ={b1, b2, …, bn}. Relasi R dapat 
       disajikan dengan matriks M = [mij], dimana :

 



      Dengan kata lain, elemen matriks bernilai 1 jika a¡ dihubungkan dengan bj, dan bernilai 0
      jika tidak dihubungkan dengan bj.
      Relasi pada contoh 1 dapat dinyatakan dengan matriks berikut :


       Dalam hal ini, a1 = Andi, a2 = Beni, a3 = Caca, dan b1 = TI231, b2 = TI321, b3 = TI412 ,
       b4 = TI221.

     
      d. Representasi Graf Berarah
         Pada graf berarah, tiap elemen himpunan dinyatakan dengan sebuah titik (vertex), dan tiap pasangan nya dinyatakan dengan busur (arc) yang arahnya ditunjukkan pada sebuah panah. Jadi, jika (a, b R, maka busur dibuat dari simpul ke simpul b.  Simpul disebut simpul asal (initial vertex) dan simpul disebut simpul tujuan (terminal vertex).
     Contoh :
      a. Representasi graf untuk relasi R = {(a,b), (a,c), (b,a), (b,c), (c,d),(a,d)}
      b. Representasi graf untuk relasi R = {(2,2), (2,5), (2,7), (3,8)}
      Ditunjukkan pada gambar berikut :



 

     Setiap elemen pada himpunan A maupun himpunan B gambarkan dengan sebuah simpul (titik  
     bulat) dan arah dari suatu elemen ke elemen yang lainnya ditunjukkan dengan sebuah panah. 
     Representasi dengan model ini dapat dikatakan paling mudah untuk dibaca dibanding kedua
     representasi yang lainnya.



 DAFTAR PUSTAKA
http://www.catatanrobert.com/relasi-dan-representasinya-dengan-tabel-matriks-dan-graf-berarah/
https://adhityaramadhanblueshire.wordpress.com/2017/03/20/matematika-diskrit-relasi-dan-sifat-relasi-biner/
https://lamalamatika.wordpress.com/materi-relasi/
https://blog.ruangguru.com/apa-itu-relasi-dan-fungsi/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sistem Pengambilan Keputusan

Sistem Pengambilan Keputusan 1.      Pengertian Dan Fungsi Sistem Pendukung Keputusan (SPK) Pengertian Dan Fungsi Sistem Penduk...

Bottom Ad [Post Page]