Full width home advertisement

Post Page Advertisement [Top]

TI 1A POLITALA MATDIS
Nama : Brilian Luhur Pambudi
NIM   : 1801301008


   PENARIKAN KESIMPULAN,ALJABAR BOOLEAN,DAN GERBANG LOGIKA



Assalamualaikum wr.wb

    Diblog saya akan membahas tentang Penarikan Kesimpulan ,Aljabar Boolean, dan Gerbang Logika semoga bermanfaat bagi dan menambah wawasan anda.








A. Penarikan Kesimpulan (Inferensia)
     Dalam logika matematika / matematika diskrit dikenal beberapa cara penarikan kesimpulan, di antaranya:

1.          Modus Ponens
2.          Modus Tollens
3.          Penambahan Dusjungsi
4.          Penyederhanaan Konjungsi
5.          Silogisme Disjungsi
6.          Silogisme Hipotesis
7.          Dilema
   Penjelasannya:

      1. MODUS PONENS
          Modus ponens adalah metode penarikan kesimpulan apabila ada pernyataan "p → q" dan diketahui "p" maka bisa ditarik kesimpulan "q".

    Contoh dalam kalimat:
    p                    : Hari ini hari Kamis.
    q                    : Saya belajar Matematika Diskrit.
    p → q            : Jika hari ini hari kamis maka saya belajar Matematika Diskrit.
    p                    : Hari ini hari Senin.
    kesimpulan(q) : Saya belajar Matematika Diskrit.

    Tabel kebenaran modus tollens ((p → q) ʌ -q) → -p:

p
q
P --> q
( P-->q ) ^ p
(( p-->q) ^ p) --> q
B
B
B
B
S
B
S
S
S
S
S
B
B
S
S
S
S
B
S
S


  2. PENAMBAHAN DISJUNGSI
      Penarikan kesimpulan dengan menambahkan disjungsi didasarkan pada fakta yakni jika suatu kalimat dihubungkan dengan "v" maka kalimat itu akan bernilai benar jika sekurang-kurangnya salah satu komponennya bernilai benar.

    Contoh dalam kalimat:
    p                           : Saya mengambil mata kuliah Logika Matematika.
    q                           : Saya mengambil mata kuliah Inferensia.
    kesimpulan (p v q) : Saya mengambil mata kuliah Logika Matematika atau Inferensia.

    Tabel kebenaran penambahan disjungsi (p ʌ q) → (p v q):

p
q
p ^q
pvq
( p^q) --> (pvq)
B
B
B
B
B
B
S
S
B
B
S
B
S
B
B
S
S
S
S
B

 3. PENYEDERHANAAN KONJUNGSI
       Jika suatu kalimat dihubungkan dengan "ʌ" maka dapat diambil salah satu komponennya secara khusus.
    Contoh dalam kalimat:
    p ʌ q                  : Saya mengambil mata kuliah Logika Matematika dan saya mengambil mata kuliah Gerbang Logika.
    kesimpulan1     : Saya mengambil mata kuliah Logika Matematika dan Gerbang Logika.
Tabel kebenaran penyederhanaan konjungsi (p ʌ q) → p atau (p ʌ q) → q :
   
p
q
p ^q
pvq
( p^q) --> (pvq)
B
B
B
B
B
B
S
S
B
B
S
B
S
B
B
S
S
S
S
B




  4. SILOGISME DISJUNGSI
       Silogisme disjungsi adalah penarikan kesimpulan dimana jika diberikan dua pilihan "p" atau "q" sedangkan "q" tidak dipilih maka kesimpulannya yang dipilih adalah "p".

    Contoh kalimat:
    p v q              : Bulan ini saya akan mudik ke jakarta atau pergi ke medan.
    - q                  : Bulan ini saya tidak pergi ke medan.
    kesimpulan(p) : Bulan ini saya mudik ke jakarta.

    Tabel kebenaran silogisme disjungsi ((p v q) ʌ -q) → p  atau ((p v q) ʌ -p) → q:

P
q
P ^q
(p^q) àp
(p^q) àq
B
B
B
B
B
B
S
S
B
B
S
B
S
B
B
S
S
S
B
B

5 .SILOGISME HIPOTESIS
    Silogisme Hipotesis adalah jika diketahui "p → q" dan "q → r" maka kesimpulannya "p → r".

    Contoh kalimat :
    p                              : Saya belajar.
    q                              : Saya bisa mengerjakan soal.
    r                               : Saya lulus ujian.
    p → q                      : Jika saya belajar maka saya akan bisa mengerjakan soal.
    q → r                       : Jika saya bisa mengerjakan soal maka saya lulus ujian.
    kesimpulan (p → r) : Jika saya belajar maka saya lulus ujian.

    Tabel kebenaran silogisme hipotesis (p → q) ʌ (q → r) → (p → r):

P
q
P vq
~p
~q
(pvq)^ ~p
(pvq)^  ~p
((pvq)^ ~p)àq
((pvq)^ ~p)àp
B
B
B
B
B
S
S
B
B
B
S
B
B
S
S
B
B
B
S
B
B
S
B
B
S
B
B
S
S
S
B
S
S
S
B
B

6. DILEMA
    Dilema adalah penarikan kesimpulan jika diketahui "p v q" dan "p → r" dan "q → r" maka kesimpulannya adalah "r".

    Contoh kalimat:
    p                   : Hari ini Rizki ulang tahun.
    q                   : Kemarin Bambang juara LKS nasional.
    r                    : Saya akan ditraktir makan bakso.
    p v q             :  Hari ini Rizki ulang tahun dan Kemarin Bambang juara LKS nasional.
    p → r            : Jika hari ini Rizki ulang tahun maka saya akan ditraktir makan bakso.
    q → r            : Jika kemarin Bambang juara LKS nasional saya akan ditraktir makan bakso.
    kesimpulan(r) : Saya akan ditraktir makan bakso.

    tabel kebenaran dilema ((p v q) ʌ (p → r) ʌ (q → r)) → r:

P
Q
R
P =>q
(P=>q)  ^ (q=>r)
p-->r
((p v q) ʌ (p → r) ʌ (q → r)) → r:
B
B
B
B
B
B
B
B
B
S
B
S
S
B
B
S
B
S
B
B
B
B
S
S
S
B
S
B
S
B
B
B
B
B
B
S
B
S
B
S
B
B
S
S
B
B
B
B
B
S
S
S
B
B
B
B


B. Aljabar Boolean
Aljabar Boolean atau dalam bahasa Inggris disebut dengan Boolean Algebra adalah matematika yang digunakan untuk menganalisis dan menyederhanakan Gerbang Logika pada Rangkaian-rangkaian Digital Elektronika. Boolean pada dasarnya merupakan Tipe data yang hanya terdiri dari dua nilai yaitu “True” dan “False” atau “Tinggi” dan “Rendah” yang biasanya dilambangkan dengan angka “1” dan “0” pada Gerbang Logika ataupun bahasa pemrograman komputer. Aljabar Boolean ini pertama kali diperkenalkan oleh seorang Matematikawan yang berasal dari Inggris pada tahun 1854. Nama Boolean sendiri diambil dari nama penemunya yaitu George Boole.
     Misalkan terdapat :
     1. Terdapat "dan", "atau", "not".
     2. 0 dan 1 adalah dua elemen yang berbeda.
     3. Himpunan yang didefinisikan pada operator +, ×, dan ’.

    Contoh NK dari :
    1.  a + b

a
B
a+b
1
1
1
1
0
1
0
1
1
0
0
0


  2. (ab)'

A
b
ab
(ab)
1
1
1
0
1
0
0
1
0
1
0
1
0
0
0
1


3. Hari ini presiden RI dan 3 orang mentri negara ang sedang rapat tertutup di istana negara membahas isu kenaikan BBM yang akan meresahkan masyarakat. Hadir disana mentri perekonomian, mentri keuangan dan mentri sosial. Sayangnya rapat tertutup dan wartawan hanya bisa menunggu hasil dari luar ruangan rapat. Hampir 1 jam wartawan menunggu akhirnya pintu rapat terbuka.
Wartawan : "Bagaimana pembahasan rapat tadi pak?"
Menko      : "HArga BBM dinaikan atau harga bahan pokok melonjak"
Menku : "Jika harga bahan pokok melojak dan BBM dinaikan maka presiden didemo masal"
Mensos : "Pak presiden tidak akan di demo masal tetapi harga BBM tidak dinaikan".
Misalkan: P = Harga BBM di naikkan.
                Q = Harga Bahan pokok melonjak
                R = Presiden akan di demo masal.
                a = Tuliskan pernyataan dari tiap mentri ke dalam ekspresi logika ?
                b = Tuliskan tabel Kebenaran ?
                c = tentukan keputusan rapat bila ternyata hanya pak menko yang tidak berbohong tentang hasil rapat?
Penyelesaian :
a. Menko = p v q
    Menku = (q ^ p) --> r
    Mensos = ~r ^ ~p

b.  Tabel Kebenaran :

P
Q
R
~p
~r
P v q
q v p
(P v q àr
~r ^ ~p
1
1
1
0
0
1
1
1
0
1
1
0
0
1
1
1
0
0
1
0
1
0
0
1
0
1
0
1
0
0
0
1
1
0
1
0
0
1
1
1
0
1
0
1
0
0
1
0
1
1
1
0
1
1
0
0
1
1
0
0
0
1
0
0
0
0
1
1
0
0
1
1


   c. p = 1 harga BBM dinaikkan
      q = 1 Harga bahan pokok melonjak
      r = 0 Presiden tidak di demo paksa

C. Gerbang Logika
 Pengertian Gerbang Logika Gerbang Logika atau dalam bahasa Inggris disebut dengan Logic Gate adalah dasar pembentuk Sistem Elektronika Digital yang berfungsi untuk mengubah satu atau beberapa Input (masukan) menjadi sebuah sinyal Output (Keluaran) Logis. Gerbang Logika beroperasi berdasarkan sistem bilangan biner yaitu bilangan yang hanya memiliki 2 kode simbol yakni 0 dan 1 dengan menggunakan Teori Aljabar Boolean.
Gerbang Logika yang diterapkan dalam Sistem Elektronika Digital pada dasarnya menggunakan Komponen-komponen Elektronika seperti Integrated Circuit (IC), Dioda, Transistor, Relay, Optik maupun Elemen Mekanikal.
            1.      Gerbang AND (AND Gate)
Gerbang AND memerlukan 2 atau lebih Masukan (Input) untuk menghasilkan hanya 1 Keluaran (Output). Gerbang AND akan menghasilkan Keluaran (Output) Logika 1 jika semua masukan (Input) bernilai Logika 1 dan akan menghasilkan Keluaran (Output) Logika 0 jika salah satu dari masukan (Input) bernilai Logika 0. Simbol yang menandakan Operasi Gerbang Logika AND adalah tanda titik (“.”) atau tidak memakai tanda sama sekali. Contohnya : Z = X.Y atau Z = XY.
            2.      Gerbang OR (OR Gate)
Gerbang OR memerlukan 2 atau lebih Masukan (Input) untuk menghasilkan hanya 1 Keluaran (Output). Gerbang OR akan menghasilkan Keluaran (Output) 1 jika salah satu dari Masukan (Input) bernilai Logika 1 dan jika ingin menghasilkan Keluaran (Output) Logika 0, maka semua Masukan (Input) harus bernilai Logika 0.
Simbol yang menandakan Operasi Logika OR adalah tanda Plus (“+”). Contohnya : Z = X + Y.

            3.      Gerbang NOT (NOT Gate)
Gerbang NOT hanya memerlukan sebuah Masukan (Input) untuk menghasilkan hanya 1 Keluaran (Output). Gerbang NOT disebut juga dengan Inverter (Pembalik) karena menghasilkan Keluaran (Output) yang berlawanan (kebalikan) dengan Masukan atau Inputnya. Berarti jika kita ingin mendapatkan Keluaran (Output) dengan nilai Logika 0 maka Input atau Masukannya harus bernilai Logika 1. Gerbang NOT biasanya dilambangkan dengan simbol minus (“-“) di atas Variabel Inputnya.
                TERIMAKASIH TELAH BERKUNJUNG
                                        DAFTAR SUMBER
http://hyperpost.blogspot.com/2014/10/logika-informatika-penarikan-kesimpulan.html 
https:// blog.unnes.ac.id/atikaisma/2016/02/25/pengertian-gerbang-logika-dasar-dan-jenis-jenisnya/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sistem Pengambilan Keputusan

Sistem Pengambilan Keputusan 1.      Pengertian Dan Fungsi Sistem Pendukung Keputusan (SPK) Pengertian Dan Fungsi Sistem Penduk...

Bottom Ad [Post Page]